
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) konsisten catatkan pertumbuhan laba dan pendapatan pada semester I-2023 yang positif. Laba bersih PGE naik sebesar 30,1 persen menjadi 92,7 juta dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai 71,3 juta dollar AS.
Sebagai informasi, PGE merupakan bagian dari Subholding Power and New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.
Dari sisi produksi, PGE juga menorehkan angka yang positif, yaitu 2.397,2 GWh atau naik 7,7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sementara itu, total utang perseroan berkurang dari 935 juta dollar AS menjadi 731 juta dollar AS. Kemudian, utang bersih juga menurun menjadi 66,95 juta dollar AS.
Ke depan, PGE memprioritaskan ekspansi pengelolaan potensi panas bumi dalam dua tahun ke depan. Dengan kekuatan yang disokong dari 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan satu wilayah kerja penugasan, PGE telah mampu mengelola kapasitas sebesar 1.877 megawatt (MW). Sebanyak 672 MW dikelola langsung dan 1.205 MW melalui operasi bersama (join operation contract).
Dalam pengembangan potensi geotermal di Indonesia, PGE memiliki dua tantangan, yaitu secara komersial dan teknologi. Di sisi lain, PGE mengklaim, tantangan pengembangan panas bumi tersebut sudah berhasil dihadapi dengan baik oleh perseroan melalui maksimalisasi peluang komersial dan optimalisasi teknologi.
Komentar Anda