Contact Whatsapp085210254902

Indonesia Kembali Capai Status Pendapatan Menengah Atas

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 05 Juli 2023 | Dilihat 811kali
Indonesia Kembali Capai Status Pendapatan Menengah Atas

Pemulihan ekonomi yang kuat pasca-pandemi telah mendorong Indonesia kembali ke kategori negara berpendapatan menengah atas (Upper Middle-Income Country/UMIC), menurut Bank Dunia dalam pengumuman resminya pada 1 Juli 2023.

Peningkatan status ini terjadi karena Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia pada tahun 2022 mencapai 4.580 dolar AS, menurut klasifikasi terbaru Bank Dunia. Sebagai perbandingan, GNI per kapita Indonesia pada tahun 2021 hanya sebesar 4.170 dolar AS.

Meskipun ambang batas untuk klasifikasi UMIC pada tahun 2022 naik menjadi 4.466 dolar AS, pertumbuhan ekonomi yang signifikan telah memungkinkan Indonesia kembali masuk ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas.

"Indonesia terus mengalami pemulihan ekonomi pascapandemi yang kuat, dengan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) riil mencapai 5,3 persen," demikian pernyataan Bank Dunia.

PDB Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif pada tahun 2022, mencapai laju tercepat dalam sembilan tahun. Sebelumnya, Indonesia sudah pernah menjadi bagian dari kelompok negara berpendapatan menengah atas pada tahun 2019 dengan GNI per kapita sebesar 4.070 dolar AS.

Namun, pandemi COVID-19 yang mengganggu aktivitas ekonomi di seluruh dunia memaksa Indonesia turun ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah bawah (Lower-Middle Income Country/LMIC) pada tahun 2020.

Peningkatan status ini seharusnya memperkuat semangat Indonesia untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045, yang merupakan fokus dari rencana ekonomi Presiden Joko Widodo yang akan berakhir masa jabatannya. Dalam pidato pembukaannya pada Rapat Kabinet, Presiden Jokowi menyatakan rasa syukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi, di atas 5 persen, selama enam kuartal berturut-turut.

Untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat berkisar antara 6 persen hingga 7 persen secara konsisten. Peningkatan GNI per kapita yang signifikan pada tahun 2022 menjadi landasan yang kuat untuk mencapai Visi Indonesia Maju 2045.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com