Contact Whatsapp085210254902

Empat Alternatif Kebijakan Perpajakan Mengantisipasi Dampak Virus Corona (Covid 19) untuk Industri Pengolahan

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 30 Maret 2020 | Dilihat 174kali
Empat Alternatif Kebijakan Perpajakan Mengantisipasi Dampak Virus Corona (Covid 19) untuk Industri Pengolahan

Empat Alternatif Kebijakan Perpajakan Mengantisipasi Dampak Virus Corona (Covid 19) untuk Industri Pengolahan

Subdirekorat Dampak Kebijakan

Direktorat Potensi, Kepatuhan, Dan Penerimaan

5 Maret 2020

Latar Belakang

                     

  • Merebaknya Virus Corona di RRT sejak awal tahun 2020 diperkirakan akan berdampak lebih besar daripada wabah virus SARS
  • Ekonomi Indonesia yang memiliki hubungan dagang yang besar dengan RRT sangat rentan terdampak akibat penyebaran virus ini
  • Pemerintak (Kemenkeu) telah menyiapkan beberapa alternatif kebijakan sebagai respon:
  1. Perlindungan daya beli masyarat
  2. Insentif aktivitas pariwisata
  3. Perlindungan tenaga kerja
  4. Insentif pajak untuk industri terdampak

Rangkuman Alternatif Kebijaka Insentif Pajak

Alternatif Kebijakan

Tujuan

Sektor Terkait

Peraturan Terkait

Dampak + Implikasi

  1. Relaksasi restitusi PPN dipercepat selama 3 bulan

Membantu likuiditas perusahaan yang terdampak wabah virus COVID-19

  • 19 Sektor (Golongan Pokok) Berdasarkan usulan KADIN
  • 373 WP KITE
  • 65 WP KITE IKM

PMK No. 39/PMK.03/2018 stdd PMK No. 177/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pengambilan Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak

Dengan adanya percepatan resitusi , WP dapat lebih optimal dalam manajemen kas.

Estimasi kenaikan restitusi:

Usulan KADIN: Rp799 miliar – Rp 1,4 triliun

KITE: Rp176,7 miliar – Rp295,37 miliar

  1. Relaksasi PPh Ps 22 Impor selama 3 bulan

Memberikan ruang cashflow bagi industry sebagai kompensasi switching cost pemindahan negara asal impor

s.d.a

PER-1/PJ/2011 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan PEmbebasan dari Pemotong dan/ atau Pemungutan Pajak Penghasilan oleh Pihak Lain

Stimulus bagi industri dimaksud untuk tetap mempertahankan laju impornya

Estimasi Temporay Loss:

Usulan KADIN: Rp4.05 triliun

KITE:  Rp1,18 triliun

  1. Pengurangan PPh Ps 25 sebesar 25%-50%

Memberikan ruang cashflow bagi industry sebagai kompensasi switching cost pemindahan negara asal impor  dan ekspansi negara tujuan ekspor

s.d.a

Penerbitan PMK seperti hal nya PMK-124/PMK.011/2013

Stabilitas ekonomi dalam negeri dapat terjaga dan diharapkan ekspor dapat meningkat

Estimasi Temporay Loss:

Usulan KADIN: Rp5,69 triliun

KITE:  Rp2,5 triliun

  1. Relaksasi PPh Ps 21

Membantu likuiditas pekerja oada sektor terkait

s.d.a

Penerbitan PMK baru tentang PPh Ps 21 DTP atas penghasilan pekerja pada kategori usaha tertentu (seperti PMK 43/PMK.03/2009).

Memberikan tambahan penghasilan bagi para pekerja di sektor terkait untuk mempertahankan daya beli.

Estimasi  Loss:

Usulan KADIN: Rp3 – Rp7,5 triliun

KITE:  Rp661 miliar – Rp1,65 triliun

Lampiran Perhitungan

                              

Gambaran Sektor Terdampak

Barisan KADIN – KITE                                                                                        

  • Industri Alat Angkutan Lainnya                                                                
  • Industri Barang Galian Bukan Logam
  • Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional
  • Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik
  • Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer
  • Industri Kertas dan Barang dari Kertas
  • Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki
  • Industri Logam Dasar
  • Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL
  • Industri Minuman
  • Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman
  • Industri Peralatan Listrik

Beririsan KADIN – KITE – KITE IKM

  • Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia
  • Industri  Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya
  • Industri Furnitur
  • Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik
  • Industri Makanan
  • Industri  Pakaian Jadi
  • Industri Tekstil

Beririsan KITE – KITE IKM

  • Industri Kayu, Barang dari kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) Dan Barang
  • Industri Pengolahan Lainnya
  • Perdagangan Besar, Bukan Mobil dan Sepeda Motor
  • Perdagangan Eceran, Bukan Mobil dan Motor

KITE Tidak Beririsan

  • Industri Pengolahan Tembakau
  • Jasa Pertambangan
  • Konstruksi Bangunan Sipil
  • Konstruksi Khusus
  • Pertambangan Bijih Logam

KITE IKM Tidak Beririsan

  • Jasa Reparasi Komputer dan Barang Keperluan Pribadi dan Perlengkapan Rumah Tangga
  • Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan dan Kegiatan YBDI

Total impor dari tiongkok industri

pengolahan usulan KADIN s.d Oktober tahun

2019 Mencapai RP96,2 triliun

Rekomendasi 1

Relaksasi Restitusi PPN Dipercepat

  • Skema percepatan dibatasi dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan
  • Estimasi kenaikan restitusi PPN
    • Sektor Usulan KADIN – Skema Rp5M: 451% (Rp799,1 miliar), skema Rp10M: 839% (Rp1,48 triliun)
    • Wajib Pajak KITE – Skema Rp5M: 502% (Rp176,74 miliar), skema Rp10M: 838% (295,37 miliar)

No.

Sektor

Restitusi Apr-Juni 2019

Restitusi s.d. Rp5M

Restitusi s.d. Rp10M

1

Industri Pakaian Jadi

32,03

69,04

84,48

2

Industri Tekstil

28,06

120,57

188,05

3

Industri Furnitur

21,79

75,44

95,88

4

Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik

18,88

165,29

260,43

5

Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

18,39

65,18

88,11

6

Industri Makanan

17,69

89,24

254,74

7

Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia

11,67

153,65

221,88

8

Industri Kertas dan Barang dari Kertas

9,39

33,39

74,52

9

Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya

9,01

44,07

44,07

10

Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman

3,01

10,70

10,70

11

Industri Peralatan Listrik

2,34

39,01

152,20

12

Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik

1,92

31,56

31,56

13

Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer

1,69

49,89

96,33

14

Industri Logam Dasar

1,48

25,84

41,37

15

Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional

0,00

0,00

0,00

16

Industri Alat Angkutan Lainnya

0,00

2,54

2,54

17

Industri Minuman

0,00

1,15

1,15

18

Industri MEsin dan Perlengkapan YTDL

0,00

10,95

16,86

19

Industri Barang Galian Bukan Logam

0,00

0,00

0,00

Total

177,36

976,52

1.664,88

(miliar Rupiah)

No.

Jenis Fasilitas

Restitusi 2019

s.d Rp5M

s.d Rp10M

  1.  

KITE

33,93

210,67

329,30

  1.  

KITE IKM

1,30

1,30

1,30

Total

35,23

211,97

330,59

              

Sumber: Perhitungan berdasarkan Data internal DJP (Data PIB dan Penerimaan Pajak tahun 2019)                                 diakses pada 05 Maret 2020

Rekomendasi 2

Relaksasi Pembebasan PPh Pasal 22 Impor

  • Skema relaksasi: Pembebasan PPh Pasal 22 Impor sesuai PER-1/PJ/2011 selama 3 bulan terhitung mulai April s/d Juni 2020
  • Estimasi Temporary loss:
    • Sektor Usulan KADIN: Rp4,05 triliun
    • Wajib Pajak KITE: Rp1,18 triliun

Sektor

SKB 3 Bulan

Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer

659.43

Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia

562.76

Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik

420.64

Industri Logam Dasar

404.34

Industri Makanan

371.61

Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik

290.69

Indutri Kertas dan Barang dari Kertas

217.71

Industri Peralatan Listrik

197.72

Industri Tekstil

180.84

Industri Alat Angkutan Lainnya

156.35

Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya

140.17

Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional

127.14

Industri Mesin dan Perlengkapan Ytdl

87.89

Industri Barang Galian Bukan Logam

62.58

Industri Pakaian Jadi

57.81

Industri Minuman

43.68

Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

34.21

Industri Furnitur

20.22

Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman

15,51

Total

4.051,30

(miliar Rupiah)

Jenis Fasilitas

SKB 3 Bulan

KITE

1,186,93

KITE IKM

0,75

Total

1.188,48

Sumber: Perhitungan berdasarkan Data Internal DJP (Data PIB dan Penerimaan Pajak tahun 2019) diakses pada 05 Maret 2020

              

Rekomendasi 3

Pengurangan PPh Pasal 25

  • Skema pengurangan: 3 bulan pertama sebesar 50% (WP KITE) dan 35% (sektor usulan KADIN), selanjutnya diberikan pengurangan sebesar 25% hingga akhir tahun untuk WP KITE dan Sektor Usulan KADIN
  • Estimasi temporary loss
    • Sektor Usulan KADIN: Rp5,96 triliun dan Wajib Pajak KITE: Rp2,5 triliun

No

Sektor

Apr-Juni

(35%)

Juli-Des

(25%)

Total

1

Industri Alat Angkutan Lainnya

331.48

557.91

889.39

2

Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia

342.17

504.90

847.07

3

Industri Barang Galian Bukan Logam

75.09

133.63

188.63

4

Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya

48.07

69.81

117.89

5

Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional

136.40

208.09

344.49

6

Industri Furnitur

19.25

29.40

48.65

7

Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik

123.33

179.97

303.30

8

Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer

119.60

212.41

332.01

9

Industri Kertas dan Barang dari Kertas

125.09

213.88

338.97

10

Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik

15.27

29.21

35.58

11

Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

23.28

36.07

59.35

12

Industri Logam Dasar

227.64

344.73

491.03

13

Industri Makanan

55.26

458.47

686.11

14

Industri Mesin dan Perlengkapan Ytdl

128.92

72.59

127.85

15

Industri Minuman

66.72

211.73

340.65

16

Industri Pakaian Jadi

22.98

111.10

177.82

17

Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman

62.81

35.31

58.29

18

Industri Peralatan Listrik

62.81

93.67

156.47

19

Industri Tekstil

54.12

90.23

144.35

Total

2,123.88

3,564.01

6,687.89

(miliar Rupiah)

Jenis Fasilitas

Apr-Juni  (50%)

Julli-Des (25%)

Total

KITE & KITE-IKM

1,251.94

1,251.50

2,503,44

Sumber: Perhitungan berdasarkan Data Internal DJP (Data PIB dan Penerimaan Pajak tahun 2019) diakses pada 05 Maret 2020

Rekomendasi 4

Relaksasi PPh Pasal 21

  • Skema relaksasi: Pemberian fasilitas PPh 21 Ditanggung Pemerintah atas penghasilan pekerja. Skema Relaksasi : 20%,25%, 50%
  • Estimasi Temporary loss:
    • Sektor Usulan KADIN: Rp3 s.d Rp7,5 triliun sesuai scenario skema.
    • Wajib Pajak KITE: Rp661 miliar s.d Rp1,65 triliun sesuai scenario skema

No.

Sektor

20%

25%

50%

1

Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia

430.68

538,35

1,076,70

2

Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer

361.64

452,05

904,11

3

Industri makanan

294.51

368,14

736,28

4

Industri karet, barang dari karet dan plastik

250.43

313,03

626,06

5

Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional

231.16

288,94

577,89

6

Industri alat angkutan lainnya

220.27

275,34

550,68

7

Industri barang galian bukan logam

173.61

217,01

434,02

8

Industri logam dasar

163.43

204,28

408,57

9

Industri kertas dan barang dari kertas

160.83

201,03

402,07

10

Industri peralatan listrik

121.54

151,92

303,84

11

Industri pakaian jadi

112.21

140,27

280,54

12

Industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya

107.43

134,28

268,57

13

Industri tekstil

107.04

133,80

267,60

14

Industri minuman

79.08

98,85

197,71

15

Industri mesin dan perlengkapan ytdl

54.70

68,37

136,74

16

Industri computer, barang elektronik dan optic

50.91

63,64

127,28

17

Industri percetakan dan reproduksi media rekaman

44.53

55,67

111,34

18

Industri Kulit, barang dari kulit dan alas kaki

35.48

44,35

88,69

19

Industri furnitur

21.29

26,21

53,22

Total

3.020,76

3.775,95

7.551,90

(miliar Rupiah)

No

Jenis Fasilitas

25%

50%

75%

1

KITE

660,75

852,94

1.651,87

2

KITE IKM

0,52

0,72

1,44

Total

661,33

826,66

1.653,31

Sumber: Perhitungan berdasarkan Data Internal DJP (Data PIB dan Penerimaan Pajak tahun 2019) diakses pada 05 Maret 2020

PAJAK KUAT

INDONESIA MAJU

Terima Kasih

Kementrian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pajak

            www.pajak.go.id      DitjenPajakRI     @DitjenPajakRI     DitjenPajakRI     1500-200

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Tiada kata yang pantas diucapkan, selain ungkapan syukur "alhamdulilahi robbil'alamin" akhirnya website ini dapat terselesaikan, adapun tujuan penulisan website ini ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • info@konsultanpajakrahayu.com
Developed by Naevaweb.com