
Edinburgh akan menjadi kota pertama di Skotlandia yang memberlakukan pajak turis setelah pemerintah Skotlandia memberikan wewenang kepada otoritas lokal untuk menerapkan biaya tambahan bagi pengunjung. Dewan kota Edinburgh telah menyetujui rencana yang dikenal sebagai Retribusi Pengunjung Sementara, yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2026. Berdasarkan laporan dari euronews.com pada Rabu (11/10/2024), biaya ini akan digunakan untuk memperbaiki berbagai aspek kota.
Namun, ada kekhawatiran di kalangan beberapa operator pariwisata bahwa pajak ini dapat mengurangi daya tarik Edinburgh sebagai tujuan wisata. Pajak turis pertama di Skotlandia ini akan dikenakan biaya sebesar lima persen per kamar per malam, dengan batas maksimal tujuh hari berturut-turut. Keputusan ini diambil tiga bulan setelah Parlemen Skotlandia menyetujui undang-undang yang memberi wewenang kepada pemerintah daerah untuk menerapkan pajak turis. Dewan kota Edinburgh menyatakan bahwa dana yang terkumpul dari pajak ini akan diinvestasikan dalam perbaikan infrastruktur, penyediaan perumahan terjangkau, pengelolaan destinasi, serta pelestarian budaya dan acara.
Namun, beberapa operator pariwisata mengkhawatirkan bahwa retribusi ini dapat membuat Edinburgh menjadi kurang menarik bagi wisatawan dan mungkin menyebabkan pengunjung beralih ke destinasi lain. Marc Crothall, CEO Aliansi Pariwisata Skotlandia, mengungkapkan kekhawatiran tentang bagaimana biaya tambahan ini akan mempengaruhi total harga liburan dan potensi dampaknya terhadap pemesanan di masa depan, terutama di tengah krisis biaya hidup yang berdampak pada wisatawan domestik.
Sementara itu, Highland Council juga mempertimbangkan penerapan pajak turis di wilayah Dataran Tinggi Skotlandia, mengikuti kekuasaan baru yang diberikan oleh Pemerintah Skotlandia. Wilayah ini, yang menarik lebih dari enam juta wisatawan setiap tahun termasuk pelancong sehari-hari dan penumpang kapal pesiar, telah mempertimbangkan pengenaan biaya pengunjung sejak 2019.
Komentar Anda