Contact Whatsapp085210254902

Persaingan emiten punjabi bersaudara

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 17 September 2024 | Dilihat 510kali
Persaingan emiten punjabi bersaudara

Persaingan konten antara emiten rumah produksi yang melibatkan Punjabi bersaudara, yakni PT MD Entertainment Tbk. (FILM) dan PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM), diperkirakan semakin ketat seiring dengan berbagai aksi korporasi yang mereka lakukan. Berdasarkan catatan Bisnis, kedua rumah produksi yang dulu fokus pada pembuatan sinetron kini meraih hasil positif di layar lebar. Selama semester pertama 2024, FILM berhasil mencapai box office dengan lebih dari 1 juta penonton melalui tiga film, yaitu *Badarawuhi di Desa Penari*, *Ancika: Dia yang Bersamaku 1995*, dan *Ipar adalah Maut*. Menurut data dari Cinepoint, *Badarawuhi di Desa Penari* telah meraup 4,01 juta penonton. Namun, MD Pictures belum mampu mengulangi kesuksesan *KKN di Desa Penari* yang pada 2022 berhasil ditonton lebih dari 9 juta orang.

Film *Ancika: Dia yang Bersamaku 1995* mencatatkan penjualan 1,31 juta tiket di bioskop. Sementara itu, *Ipar adalah Maut* berhasil meraih 4,7 juta penonton. Artikel mengenai perbandingan kinerja Punjabi bersaudara ini menjadi salah satu berita unggulan di BisnisIndonesia.id pada Selasa (17/9/2024). Selain itu, berbagai berita ekonomi dan bisnis yang disajikan secara mendalam dan analitis juga tersedia dari tim redaksi BisnisIndonesia.id. Berikut ulasannya:

**Kompetisi Mobil Pikap di Agustus 2024, Gran Max Tetap Unggul** 

Beberapa mobil pikap berhasil mencatatkan penjualan yang baik pada Agustus 2024 meskipun secara keseluruhan segmen ini masih menunjukkan kinerja yang melambat. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil pikap tetap lesu pada Agustus 2024. Sejak 2023, pasar mobil niaga, baik pikap kecil maupun medium, mengalami penurunan dibandingkan 2022. Total penjualan mobil pikap (wholesales) pada 2023 turun 22%, dari 149.726 unit menjadi 116.986 unit, seiring dengan pelemahan di pasar ritel. Namun, pada Agustus 2024, Daihatsu Gran Max Pick Up dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berhasil menjadi pemimpin di segmen ini dengan penjualan tertinggi.

**Pasar Properti Bali Terancam Redup karena Rencana Moratorium Pembangunan** 

Pasar properti di Bali diperkirakan akan mengalami penurunan seiring dengan rencana pemerintah untuk menghentikan sementara pembangunan hotel dan vila demi mewujudkan konsep pariwisata berkualitas. Wacana moratorium ini muncul akibat banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi akomodasi wisata seperti vila dan hotel. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari hingga Juli 2024, Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 3,53 juta, melampaui jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 3,46 juta.

**'Perang Konten' FILM & RAAM Semakin Memanas** 

Hary Tanoe, melalui PT MNC Studios International Tbk. (MSIN), telah menyelesaikan akuisisi 619,42 juta saham RAAM, setara 9,09% modal yang disetor penuh di RAAM, melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). MSIN membeli saham RAAM dengan harga Rp500 per saham, mengeluarkan dana hingga Rp309,71 miliar. Hary Tanoe menyatakan bahwa akuisisi RAAM merupakan langkah penting dalam memperluas operasi perusahaan di sektor media dan hiburan Indonesia. Setelah akuisisi ini, MSIN dan RAAM akan bekerja sama dalam meningkatkan produksi konten, efisiensi biaya, ekspansi monetisasi platform, hingga inisiatif kolaboratif lainnya. Rencana ke depan, Hary Tanoe melalui MSIN akan memperkuat produksi dan distribusi konten di berbagai platform media dengan memanfaatkan keahlian gabungan dari kedua perusahaan.

**Manfaat Penurunan Suku Bunga AS terhadap Saham dan Kinerja Bank** 

Sinyal kuat mengenai kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menghadirkan harapan dampak positif bagi sektor perbankan di Indonesia, mulai dari kenaikan harga saham hingga perbaikan kinerja fundamental. Berdasarkan perkiraan para analis, The Fed diprediksi akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September 2024. Dengan proyeksi ini, harga saham sejumlah bank Indonesia bergerak positif. Data dari RTI Business menunjukkan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 2,42% menjadi Rp5.300 pada penutupan perdagangan Jumat (13/9/2024), sementara harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,45% menjadi Rp5.625.

**Pajak Bangun Rumah Sendiri Bakal Naik di 2025** 

Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas kegiatan membangun rumah sendiri tanpa menggunakan jasa kontraktor diperkirakan naik dari 2,2% menjadi 2,4% pada 2025. Kenaikan ini akan terjadi jika tarif PPN umum naik menjadi 12% tahun depan, dari tarif saat ini yang sebesar 11%. Tarif PPN membangun rumah sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 61 Tahun 2022 tentang PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri (KMS). Berdasarkan Pasal 3 Ayat 2 PMK tersebut, besaran pajak PPN KMS dihitung dari hasil perkalian 20% dengan tarif PPN yang diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai, kemudian dikalikan dengan dasar pengenaan pajak. Jika aturan ini diterapkan, maka tarif efektif PPN kegiatan membangun sendiri saat ini adalah 2,2%, yang berasal dari 20% dari tarif PPN sebesar 11%.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com