|
OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2019 Madan, 01 Juli 2019 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
|
|
I) PERKEMBANGAN KEMENTRIAN GLOBAL II) PERKEMBANGAN KEMENTRIAN DOMESTIK OUTLINE III) TANTANGAN DAN PELUANG PEREKONOMIAN INDONESIA IV) PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTORAL 2019 V) KEBIAKAN PRIORITAS VI) KEBUJAKAN PERCEPATAN EKSPOR |
|
PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PERATURAN PEMERINTAH NO 17 Tahun 2017 (Pasal 9 Ayat 4 ) ( Pasal 14 ) Rencana Dokumen Kerangka Menteri Keuangan dan Menteri Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Perencanaan Pemabangunan Nasional Kebijakan fisiskal dibahas oleh Menyampaikan kepada Presiden Menteri Keuangan melibatkan Rancangan Kerangka Ekonomi Makro, Menteri Koordinator Bidang Pokok-pokok Kebijakan Fisikal Perekonomian,Menteri PPN dan Ketersedian Anggaran, Rancangan Instansi lainnya Awal RKP dan Rancangan Pagu
( Pasal 21 ) Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bersama-sama menyampaikan kepada Presiden pemutakhiran Kerangka Ekonomu Makro,Pokok-pokok Kebijakan Fisikal,Ketesediaan Anggaran ,rancangan akhir RKP,dan Rancangan pagu anggaran Kementerian/ lembaga pada bulan juni Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian INTRUKSI PRESIDEN 7 Tahun 2017 3 |
|
TANTANGAN DAN PELUANG PEREKONOMIAN INDONESIA Tantangan Perekonomian Indonesia Tahun 2019 masih cukup besar dan menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan . INTERNAL EKTERNAL
|
|
PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SEKTORAL 2019 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN |
|
NO |
PDB Lapangan Uasaha (Seri 2019 ) |
2018 ( YoY % ) |
2019 ( YoY % ) |
Shaare PDB ( % ) |
|
1 |
Pertanian, Kehutanan ,Perikanan |
3,91 |
3,88 |
12,36 |
|
2 |
Pertambangan dan Penggalian |
2,16 |
1,81 |
7,36 |
|
3 |
Industri Pengolaan |
4,27 |
4,77 |
20,93 |
|
4 |
Pengadaan Listrik dan Gass |
5,47 |
6,04 |
1,03 |
|
5 |
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah Dan Daur Ulang |
5,46 |
5,93 |
0,08 |
|
6 |
Konstruksi |
6,09 |
6,82 |
10,20 |
|
7 |
Perdagangan Besar dan Eceran;Reparasi Mobil dan Sepeda Motor |
4,97 |
5,47 |
13,32 |
|
8 |
Transportasi dan Pergudangan |
7,01 |
8,18 |
4,29 |
|
9 |
Penyediaan Akomodasi Dan Makan Minum |
5,66 |
6,25 |
3,05 |
|
10 |
Informasi dan Komunikasi |
7,04 |
9,32 |
5,39 |
|
11 |
Jasa Keuangan dan Asuransi |
4,17 |
6,43 |
4,03 |
|
12 |
Real Estate |
3,58 |
3,97 |
2,84 |
|
13 |
Jasa Perusahaan |
8,64 |
8,48 |
1,85 |
|
14 |
Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib |
7,02 |
5,85 |
3,37 |
|
15 |
Jasa Pendidikan |
5,36 |
6,17 |
3,10 |
|
16 |
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial |
7,13 |
7,,68 |
1,15 |
|
17 |
Jasa Lainnya |
8,99 |
8,91 |
1,84 |
|
Produk Domestik Bruto Agregat 5,17 |
5,30 |
100 |
||
12
|
FAKTOR PENDORONG
KEBIJAKAN PENDORONG
13 |
|
AKTIVITAS PENDORONG
|
|
KEBIJAKAN PERCEPATAN EKSPOR Guna mendukung kinerja perekonomian Indonesia 2019 Sektor Komoditas Unggulan Yang Simplifikasi Prosedural untuk Meneken Biaya dan Berorientasi Ekspor Waktu
KEBIJAKAN PERCEPATAN EKSPOR Guna mendukung kinerja Perekonomian Indonesia
Efisiensi Logistik
Diplomasi Pengenaan Tarif Preferensi (FTA) dan Akses Pasar
34 |
Komentar Anda