
Pemerintah berencana meningkatkan jumlah kelas menengah untuk memaksimalkan penerimaan negara dari pajak. Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, saat ini kelas menengah menyumbang sekitar 17,13% dari total populasi. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa kelas menengah memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian, yang dapat mendongkrak penerimaan pajak. "Jika kelas menengah kita perbesar, selain kontribusi ekonominya yang meningkat dengan berbagai insentif, kelas menengah juga dapat meningkatkan pendapatan pajak. Jadi, perpajakan akan menjadi lebih baik," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2024).
Susi menambahkan bahwa pemerintah khawatir akan adanya penurunan kelompok kelas menengah dari tahun 2023 ke 2024. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan peran dan kontribusi kelas menengah terhadap perekonomian. "Jika jumlah kelas menengah bertambah, otomatis basis pajak akan lebih besar, dan jumlah pembayar pajak juga meningkat. Jadi, ini salah satu aspek penting dalam perpajakan," jelasnya.
Salah satu strategi untuk meningkatkan kelas menengah adalah melalui pemberian insentif. Susi mencontohkan insentif di sektor perumahan, seperti penambahan kuota rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% untuk sektor perumahan yang ditujukan bagi kelas menengah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menekankan pentingnya peran kelas menengah dalam mendorong perekonomian, terutama dalam hal kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja. Kelas menengah dianggap krusial dalam mencapai target Indonesia emas 2045. "Oleh karena itu, untuk mempertahankan kelas menengah, kita perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tinggi, karena ini akan membantu kelas menengah kita terus berkembang dan mengurangi risiko mereka keluar dari kelompok kelas menengah," pungkasnya.
Komentar Anda