
Banyaknya permasalahaan jemaah umroh yang terlantar mendorong sejumlah pengusaha travel haji dan umroh mendirikan Asosiasi Perkumpulan Travel Umroh dan Haji (pratama). Asosiasi ini berharap bisa mewujudkan kemudahan bagi umat islam dalam beribadah.
Ketua Umum Pratama Andika Siregar, menegaskan bahwa organisasi tersebut ingin membawa semangat kekeluargaan antar angota
“Semua untuk satu, tujuannya untuk kemashlahatan umat,” kata Andika saat peluncuran Pratama di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, 23 Januari 2017
Organisasi yang diakui SK Kemenkumham bernomor AHU-0081514 AH. 01.07. pada 27 Desember 2016 itu berencana akan melengkapi peran empat asosiasi sebelumnya, yaitu Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (HIMPUH) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), asosiasi penyelenggara Haji dan Umroh dan Inbound Indonesia (ASPHURINDO), dan Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (KESTHURI).
“Saya rasa asosiasi baru ini lahir menjadi pelengkap, bukan competitor. Kami juga berniat menjadi mitra pemerintah, Kementrian Agama,” ujar dia.
Saat ini, pratama baru diisi oleh pengurus inti. Berbarengan dengan peluncurannya, pratama mengundang 500 perusahaan travel haji dan umroh untuk bergabung menjdi anggotanya.
Dari 500 travel haji dan umroh yang datang , Andika menargetkan seperlimanya menjadi anggotanya . Dia mensyaratkan, anggota yang bergabung harus punya legilitas yang jelas.
Tarif Pajak Industri Travel Haji
Asosiasi perjalanan haji dan umroh memprediksi biaya ibadah keTanah Suci bakal naik seiring kebijakan Arab Saudi menerapkan Pajak Pertambahan Nilai(PPN) 5% pada awal 2018. Pemerintah Arab Saudi megambil kebijakan ini lantaran harga minyak dinegara-negara timur tengah melemah.
Rencananya 1 Januari 2018, Arab Saudi menerapkan PPN 5% untuk makanan, pakaian, barang elektronik dan bensin, serta tagihan telepon, air dan listrik, dan pemesanan hotel. Lantas, apakah kebijakan Arab Saudi ini dapat mendongkrak biaya Ibadah Haji dan Umroh?
Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umroh dan Inbound Indonesia (Asphurindo), Syam Rasfiadi menyatakan PPN 5% yang diberlakukan Arab Saudi pasti berbuntut kenaikan biaya haji dan umroh oleh jasa travel Indonesia.
“Umroh dan Haji (akan naik), kalau haji masih belum bisa kita hitung pasti sambil menunggu jemaah yang pasti boleh kita berangkatkan sesuai nomor porsi dan tahun kuotanya ,” ujar Syam kepada detikFinance,(Senin,1,1,2018).
“Insyaallah saya yakin semua Travel akan menaikan harga tersebut bila tidak pasti akan menurunkan margin keuntungan yang didapat” lanjut Syam
Jasa perjalanan haji dan umroh yang dia kelola pun berencana menaikan biaya tersebut.
Sumber: https://financeDetik.com
Komentar Anda