Contact Whatsapp085210254902

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN IAI KE-60 KEJAYAAN AKUNTAN PROFESIONAL KEJAYAAN NEGERI

Ditulis oleh Administrator pada Kamis, 23 Agustus 2018 | Dilihat 1602kali

“Inti demokrasi adalah keterbukaan dan transparansi. Inti dari open government juga keterbukaan. Semuanya itu hanya bisa terlaksana dengan akuntan-akuntan yang baik. Tanpa akuntan yang baik, kita tidak bisa punya arah yang baik.” Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam Pembukaan Seminar International HUT IAI ke-60.

“Terimakasih dan selamat kepada Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), atas 60 tahun berbakti kepada bangsa dan Negara. 60 tahun memeriksa dan membuat aturan-aturan, serta 60 tahun membuat negeri ini bersih dan transparan,” ujar Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla ketika membuka pagelaran puncak peringatan HUT IAI ke-60 di Semarang, Jawa Tengah.

Seminar Internasional bertema “Towards 2030: Transforming Role of Profesional Accountants in the New Economic Order,” digelar sebagai puncak peringatan acara HUT IAI ke-60. Acara ini dihadiri oleh Presiden International Federation of Accountant (IFAC) Rachel Grimes, Ketua dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI, para menteri Kabinet Kerja, Chairman Chartered Accountants Worldwide (CAW), Pat Costello, Perwakilan Asosiasi Profesi Internasional, para pimpinan dan pejabat pemerintah daerah, serta sekitar 1000 peserta dan tamu undangan yang merupakan akuntan professional dari seluruh Indonesia dan regional ASEAN.

Dihadapan para hadirin, Wapres menekankan jika profesi akuntan selalu didasari oleh disiplin, dedikasi, dan trust. Tanpa trust, dedikasi, dan keahlian, profesi ini akan kurang dihargai. Sekadar contoh, kantor akuntan sebesar Arthur Andersen akhirnya bubar karena tidak menjaga trust. Menurut Wapres, profesi akuntan adalah profesi yang sangat penting dan dibutuhkan dimanapun. Akuntan mengetahui banyak rahasia negara dan rahasia perusahaan. Banyak hal yang hanya bias diketahui oleh akuntan. Tanpa akuntan, negara ini akan kocar-kacir dan perusahaan tidak punya petunjuk apa yang harus dilakukan. “Negara dan perusahaan akan mendapat banyak masalah jika tidak memperhatikan akuntansi,” katanya.

Sebagai politisi dan mantan pengusaha, Kalla telah lama menyadari jika akuntan adan pemegang rahasia perusahaan dan negara. Akuntan bisa mengetahui apakah keuangan negara dalam keadaan lancar atau akan ada masalah, sekaligus memiliki kemampuan untuk memperbaikinya. Karena itu penting bagi akuntan untuk member advice dan panduan langkah-langkah yang harus diambil. Akuntan harus memberikan jalan yang baik agar entitas dapat berjalan dengan transparan dan akuntabel.

Dewasa ini, profesi akuntan juga telah menjadi sangat dinamis, terutama dengan dukungan kemajuan teknologi yang telah membuat pekerjaan akuntan sangat terbantu. Walaupun disisi lain, kemajuan itu juga menghadirkan tantangan bagi akuntan. “Tantangannya adalah dinamika perekonomian di masa depan yang akan terus berubah dan semakin bergantung pada kemampuan sistem dan TI. Namun demikian, trust  dan etika profesi akan selalu bisa menjaga akuntan untuk terus relevan,” jelasnya.

Wapres menambahkan, di masa kini pekerjaan akuntan bukan hanya mencari kesalahan, tapi juga menunjukan jalan yang lurus. Akuntan harus menunjukan bagaimana seharusnya keuangan negara itu dikelola. “Petunjuk dari akuntan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini,” ujarnya.

Untuk mengoptimalkan hal itu, bangsa ini membutuhkan sistem pendidikan yang baik agar menghasilkan akuntan-akuntan yang kompeten. Negara ini harus dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Ini semua merupakan tugas akuntan!” pungkas Kalla.

RANGKAIAN 60 TAHUN IAI

Peringatan 60 tahun IAI dilatari dengan perubahan masif lingkungan bisnis dipicu perubahan landskap ekonomi global. Masa depan dunia yang aka bertransformasi secara radikal pada 2030, didukung perkembangan teknologi yang sangat dinamis, telah memperbaharui fungsi-fungsi bisnis dan model operasional ke level yang tidak pernah diduga akan terjadi. Periode ini merupakan fase penuh tantangan bagi relevansi profesi dalam kiprahnya sebagai penjaga integritas dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Seminar internasional merupakan acara puncak dari rangkaian ulang tahun ke-60 IAI yang dipusatkan di Semarang, Jawa Tengah, dengan mengambil tema, “Kejayaan Akuntan Profesional, Kejayaan Negeri”. Kejayaan Akuntan Profesional, Kejayaan Negeri dibentuk dengan tiga pilar, yaitu pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sector swasta yang inovatif dan kompetitif, serta masyarakat yang cerdas dan kritis.

Semarang dipilih sebagai lokasi peringatan HUT IAI ke-60, karena merupakan kota bersejarah bagi profesi akuntan Indonesia. Pada tahun 1996 lalu, Semarang pernah menjadi tempat penyelenggaraan Kongres Luar Biasa IAI yang menjadi awal pembangunan institusi dan infrastruktur kelembagaan IAI.

Sebagai bagian dari upaya mengisi peringatan 60 tahun profesi akuntan Indonesia, IAI telah menginisiasi beragam aktivitas dalam rangka IAI for society, yang ditujukan menyebarkan nilai-nilai keprofesian bagi kemaslahatan publik. Mulai dari IAI Aspiring Profesional Accountants Festival dan Gebyar Beasiswa Chartered Accountant (CA) Indonesia, yang merupakan upaya IAI mengembangkan SDM akuntasi tanah air dengan menjaring bibit-bibit terbaik untuk dipersiapkan menjadi Akuntan Profesional masa depan. Gebyar Beasiswa Ujian Sertifikasi Ahli Akuntansi Pemerintahan (US AAP) diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman para pengelola laporan keuangan di lingkungan institusi sektor publik sehingga mampu membuat laporan keuangan sesuai standar yang berlaku.

IAI juga menyelenggarakan Pilot Project Implementasi Akuntansi dalam Pelaporan Dana Desa dalam rangka membantu aparat desa menyusun pelaporan dana desa dengan transparan dan akuntabel seperti yang diamanatkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa. Di Jawa Tengah, IAI telah memberikan pelatihan pengelolaan keuangan desa kepada sekitar 6000 desa. Melalui keterlibatan IAI Wilayah dan IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik, IAI telah menyelenggarakan aktivitas pelatihan terkait dana desa kepada lebih dari 30.000 aparat desa di seluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan upaya IAI meningkatkan literasi akuntansi ke seluruh stakeholders. Melalui program Akuntan Masuk Desa, IAI akan terus berupaya membuat akuntansi bisa dipahami oleh aparat desa untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan yang efisien dan berkualitas.

Masih dalam rangkaian 60 tahun IAI, juga diselenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Akuntasi, Simposium Nasional Akuntansi (SNA), Akuntan Mengajar di SMK, dan Akuntan Sahabat UMKM. Semua kegiatan ini diarahkan untuk semakin meningkatkan literasi akuntansi dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perekonomian Indonesia menghadapi perubahan global 2030.

Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Prof. Mardiasmo menyatakan, IAI sebagai organisasi profesi akuntan terbesar di Indonesia selalu sadara akan dinamika terkini, terutama yang berkaitan dengan isu-isu yang memengaruhi dunia bisnis dan profesi akuntansi. Hal ini bisa dilihat dari proses tranformasi IAI dari tahun 1957 hingga saat ini. IAI membentuk dan menjalankan organisasi sesuai dengan panduan gobal yang dikeluarkan IFAC yang terbukti berhasil membangun organisasi profesi yang kuat dan berpengaruh di dunia.

Turut berbagi pandangan dalam pagelaran akbar akuntan ini adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro. Merekan berbagi sentiment yang sama bahwa akuntan perlu berbuat lebih banyak untuk mendukung terciptanya akuntabilitas pelaporan keuangan, sekaligus berkontribusi secara maksimal pada keberlanjutan ekonomi nasional.

Beberapa akuntan senior yang juga berpartisipasi dalam seminar ini, antara lain Prof. Moermahadi Djanegara (Ketua Dewan Penasihat IAI/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI), Prof. Mohamad Nasir (Anggota Dewan Penasihat IAI/Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), dan Prof. Sidharta Utama (Anggota DPN IAI/Anggota IAESB IFAC). Selain itu hadir juga Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia), Tito Sulistio (Presiden Direktur Bursa Efek Indonesia), Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur Bank Central Asia), anggota DPN dan pengurus IAI lainnya, serta Akuntan Profesional dari dalam dan luar negeri. Sebagai tuan rumah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan kata pembuka dalam acara tersebut.

AKUNTAN AWARD

Dalam rangkaian acara puncak 60 tahun IAI diselenggarakan penganugerahan Akuntan Award, yang merupakan penghargaan tertinggi profesi akuntan kepada para took akuntan dan non akuntan, atas dedikasi, prestasi, inovasi, dan kontribusi dalam implementasi governance, transparansi, dan akuntabilitas di Indonesia, serta mengangkat citra profesi akuntan di masyarakat.

Akuntan Award 2017 diberikan kepada Prof. Bahrullah Akbar (Wakil Ketua BPK RI), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI), Yasonna H. Laoly (Menteri Hukum dan HAM RI), Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), dan Jahja Setiaatmadja (Presiden Dierektur Bank Central Asia).

Para took itu dinilai berhasil meningkatkan governance, transparansi, dan akuntabilitas di institusinya masing-masing. Bahrullah dan Sri Mulyani telah mendedikasikan keahliannya bagi peningkatan transparansi dan governance di Indonesia. Yasonna berhasil membawa kementriannya meraih opini tertinggi melalui praktik akuntansi dan peningkatan kapasitas SDM. Soekarwo dinilai berhasil meningkatkan transparansi pengelolaan dana desa di wilayah Jawa Timur. Sementara itu Jahja telah mengangkat citra profesi dengan menjadi salah satu CEO terkemuka di Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyambut baik anugerah Akuntan Award yang diselenggarakan IAI untuk kedua kalinya. Baginya, peran IAI sangat penting dalam mempromosikan praktik terbaik untuk membangun nilai-nilai yang akan menguntungkan semua stakeholders-nya. “Saya menghargai kenyataan bahwa IAI terus mempromosikan standar akuntasi yang baik, visi positif, dan budaya bisnis yang semakin akuntabel. Hal ini secara langsung dan tidak langsung akan menguntungkan perekonomian nasional kita”, katanya.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo usai penganugerahan mengatakan jika Akuntan Award ini merupakan bentuk penghargaan atas tercapainya pengelolaan pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Jawa Timur. “Akuntan Award ini akan semakin mendorong peningkatan kinerja Pemprov Jatim daam memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.

LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD

Pada kesempatan itu, IAI memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua IAI dari masa ke masa, dalam bentuk Lifetime Acheivement Award. Penghargaan tertinggi profesi ini diberikan kepada Prof. Soemardjo Tjitrosidojo, Radius Prawiro, Subekti Ismaun, Katjep Abdoelkadir, Soedarjono, Zaenal Soedjais, dan Ahmadi Hadibroto.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Alm. Mustopa, Begawan akuntan yang telah memberikan kontribusinya kepada profesi sejak tahun 1982 ketika menjadi sekretaris IAI Wilayah Jawa Timur, hingga terakhir sebagai Anggota Dewan Penasihat IAI periode 2014-2018.

Subekti Ismaun, mantan Ketua IAI dari tahun 1986-1994, dalam testimoninya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi pengurus dan stakeholders IAI pada periode ini. Ia telah menduga IAI sebagai organisasi profesi yang kuat akan berkembang jauh melebihi masanya, tapi tidak menduga akan seperti hari ini. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ujarnya. “Penghargaan ini merupakan kejutan dan penghormatan tertinggi bagi saya. Saya terharu dan bangga,” ujarnya.

Ahmadi Hadibroto, mantan Ketua DPN IAI periode 2002-2010 menyatakan, menjadi ketua IAI berarti mengambil tanggung jawab untuk membangun IAI menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Ia mendorong generasi masa depan profesi ini untuk terlibat mengembangkan IAI agar kontribusi profesi ini semakin optimal di masa depan. *DED

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com