Contact Whatsapp085210254902

Pajak Turis di Yunani, Adakah Pajak Baru Lagi?

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 16 Januari 2024 | Dilihat 723kali
Pajak Turis di Yunani, Adakah Pajak Baru Lagi?

Yunani kini mengenalkan pajak baru yang ditujukan kepada para turis, kali ini diberi nama 'biaya ketahanan krisis iklim'. Menurut laporan dari Skift pada hari Senin (15/1/2024), pajak ini akan menggantikan sistem pajak hotel yang sebelumnya berlaku. Yang menarik, besaran pajak juga akan dihitung berdasarkan kategori hotel dan periode kunjungan turis.

Sebagai contoh, untuk hotel bintang 5 pada bulan Maret hingga Oktober, turis akan dikenai pajak sejumlah 10 euro atau sekitar Rp 170 untuk setiap malam menginap. Sementara itu, pada bulan November hingga Februari, besaran pajak akan berkurang menjadi 4 euro atau sekitar Rp 68 ribu.

Bagi hotel bintang 3 pada periode Maret hingga Oktober, turis akan dikenai pajak tambahan sebesar 3 euro atau sekitar Rp 51 ribu per malam. Sedangkan, pada periode November hingga Februari, pajak yang dikenakan akan menjadi 1,5 euro atau sekitar Rp 25 ribu.

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap serangkaian bencana yang melanda Yunani pada musim panas sebelumnya. Pada tahun lalu, hujan deras menyebabkan banjir yang merusak berbagai infrastruktur, menewaskan 17 orang, dan menyebabkan kerugian besar.

Selain itu, gelombang panas ekstrem juga memicu kebakaran hutan yang menghancurkan wilayah seluas 1.500 km persegi dan menelan korban jiwa sebanyak 20 orang. Studi yang dilakukan oleh Institute of the Association of Greek Tourism Enterprises menunjukkan bahwa bencana alam tersebut turut mempengaruhi pengalaman wisata di Yunani. Akibat gelombang panas, kebakaran hutan, dan banjir, Yunani menerima ulasan wisata yang negatif.

Tak hanya itu, sejumlah operator tur juga terpaksa menghentikan perjalanan mereka, termasuk TUI yang membatalkan tur ke Pulau Rhodes karena kebakaran hutan. Pemberlakuan pajak baru ini terjadi seiring perubahan pola pemesanan turis yang berupaya menghindari cuaca ekstrem, dengan semakin banyak orang yang menghindari periode liburan puncak.

"Orang-orang yang memiliki fleksibilitas, pemesanan naik 88% pada bulan April dan Mei untuk destinasi Eropa tahun depan," ujar CEO Intrepid Travel, James Thornton, dalam Skift Global Forum pada bulan September yang lalu.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com