
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong peningkatan investasi yang dapat memberikan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Selain itu, investasi juga dianggap penting dalam menghasilkan penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dalam membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2023 di Balai Kartini Exhibition and Convention Center, Jakarta, Jokowi menyatakan bahwa pertumbuhan investasi membawa dampak positif terhadap penerimaan negara dan daerah. Pemerintah berusaha membangun kemitraan antara investor, pengusaha nasional, dan daerah untuk mengoptimalkan dampak investasi.
Jokowi juga menekankan pentingnya investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan kerja, dan nilai tambah melalui hilirisasi industri. Ia mencontohkan kasus hilirisasi nikel yang meningkatkan ekspor dari $3,3 miliar pada 2017 menjadi $33,8 miliar pada 2022.
Presiden mengingatkan bahwa saat ini semua negara mempromosikan investasi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk menangkap peluang investasi di bidang ekonomi hijau dan biru, karena produk yang tidak ramah lingkungan akan sulit diterima di beberapa negara.
Jokowi mencatat bahwa investasi di luar Jawa telah meningkat, tetapi ia menekankan pentingnya mendorong investasi di daerah-daerah di luar Jawa. Seluruh kepala daerah diharapkan dapat mendukung pertumbuhan investasi di wilayahnya masing-masing.
Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menambahkan bahwa Rakornas Investasi 2023 fokus pada transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam dan kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk investasi yang berkeadilan. Targetnya adalah merumuskan kebijakan investasi yang mendorong realisasi investasi berkualitas, dengan kolaborasi yang lebih baik dengan pengusaha daerah dan UMKM.
Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU
Komentar Anda