Contact Whatsapp085210254902

Pertumbuhan Indonesia Hanya Tumbuh 4,9 Persen

Ditulis oleh Administrator pada Sabtu, 02 Desember 2023 | Dilihat 669kali
Pertumbuhan Indonesia Hanya Tumbuh 4,9 Persen

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,9% pada tahun ini. OECD mencatat beberapa indikator menunjukkan adanya peningkatan permintaan, seperti pertumbuhan sektor manufaktur dan tingkat okupansi hotel.

Walau begitu, pembelian semen dan impor mesin masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, dan penyaluran kredit perbankan juga masih berada pada tingkat yang rendah. Hal ini diungkapkan dalam laporan OECD Economic Outlook yang dirilis pada Sabtu (2/12/2023).

OECD menekankan bahwa pembelian semen dan impor mesin merupakan dua indikator utama untuk mengestimasi tren pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Mereka memperkirakan PMTB pada tahun ini akan tumbuh sebesar 5%.

Pertumbuhan PMTB diperkirakan akan terbebani oleh pengetatan kebijakan moneter dan perlambatan perdagangan global. Namun, investasi di Indonesia diharapkan akan didukung oleh sektor konstruksi, terutama seiring berlangsungnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sementara itu, konsumsi domestik diharapkan tetap menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun nilai upah para pekerja tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Konsumsi rumah tangga pada tahun 2023 diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,8%.

OECD memproyeksikan bahwa Indonesia akan tetap menikmati pertumbuhan ekonomi yang stabil untuk tahun-tahun mendatang, didukung oleh kondisi pasar tenaga kerja yang baik, tingkat inflasi yang rendah, dan perbaikan sentimen investor. Perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,2% pada tahun 2024 dan 2025.

Meski begitu, prospek ekonomi Indonesia masih dihadapkan pada berbagai risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan, dan hambatan nontarif terhadap produk ekspor Indonesia. Di sisi lain, OECD melihat bahwa risiko politik yang timbul akibat Pemilu 2024 cenderung terbatas, dengan keyakinan bahwa pergantian kekuasaan tidak akan membawa perubahan menyeluruh dalam kebijakan ekonomi Indonesia.

Untuk konten edukasi perpajakan lainnya kalian bisa kunjungi link dibawah ini
https://youtube.com/@setianingrahayu2523?si=6zkwXhPGbEBC8tVU

 

 

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com