Contact Whatsapp085210254902

Peneriman Pajak Tembus Rp 1.387 T per September

Ditulis oleh Administrator pada Jumat, 27 Oktober 2023 | Dilihat 721kali
Peneriman Pajak Tembus Rp 1.387 T per September

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengumumkan bahwa pendapatan pajak hingga September 2023 telah mencapai Rp 1.387,78 triliun. Ini berarti sudah mencapai 80,78% dari target tahun ini sebesar Rp 1.818,24 triliun.

"Penerimaan negara hingga September, pajak telah terkumpul sebesar Rp 1.387,78 triliun, yang setara dengan 80,78% dari target," ujarnya dalam konferensi pers mengenai APBN KiTa Edisi Oktober 2023 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Oktober 2023.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan penerimaan negara tahun ini hingga September meningkat sebesar 5,9%. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pajak pada tahun sebelumnya yang mencapai 54,2%.

"Tahun ini, pertumbuhan positif hingga September adalah hal yang perlu kita syukuri. Tahun lalu mengalami lonjakan yang sangat tinggi, sehingga mungkin terjadi koreksi, tetapi jika kita melihat hingga September, kondisinya masih cukup baik," jelasnya.

Secara rinci, pendapatan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencapai Rp 536,73 triliun, atau 72,4% dari target. Sri Mulyani mencatat bahwa pendapatan dari PPN dan PPnBM ini tumbuh sebesar 6,39% hingga September 2023.

Pendapatan dari Pajak Penghasilan (PPh) non-migas mencapai Rp 771,7 triliun, yang setara dengan 88,34% dari target. Pertumbuhannya sebesar 6,69% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kinerja sektor non-migas cukup baik, dengan banyak aktivitas yang tidak tergantung pada sektor migas, meskipun masih terdapat dampak komoditas di sana," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, pendapatan dari PPh Migas mencapai Rp 54,31 triliun, atau 88,4% dari target tahun ini, namun mengalami penurunan sebesar 12,64%.

Pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya mencapai Rp 24,99 triliun hingga September 2023, yang setara dengan 62,45% dari target. Sri Mulyani mengatakan bahwa pendapatan dari PBB dan pajak lainnya ini tumbuh sebesar 22,52% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami memperkirakan bahwa pendapatan pajak akan tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan target hingga akhir tahun, sehingga ini merupakan berita yang cukup positif," tutupnya.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com