Contact Whatsapp085210254902

Realisasi Investasi Capai Rp 1.053,1 T per Kuartal III-2023

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 25 Oktober 2023 | Dilihat 730kali
Realisasi Investasi Capai Rp 1.053,1 T per Kuartal III-2023

Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kemenves/BKPM) mencatat bahwa investasi yang terealisasi mencapai Rp 1.053,1 triliun pada kuartal III-2023 (Januari-September 2023), atau setara dengan 75,2 persen dari target Rp 1.400 triliun.

Dalam konferensi pers terbaru di Kemenves/BKPM, Jakarta, (20/10), Bahlil mengungkapkan bahwa realisasi investasi pada kuartal III-2023 mencapai Rp 374,4 triliun, mengalami peningkatan dibandingkan dengan Rp 307,8 triliun pada kuartal II-2023. Secara keseluruhan, realisasi investasi hingga September 2023 tumbuh sebesar 18 persen. Hal ini menandai periode investasi yang luar biasa, bahkan di tengah tahun politik, di mana investor global menunjukkan minat dan kepercayaan yang signifikan. Terlepas dari ekspektasi bahwa tahun politik biasanya membuat investor berhati-hati, investor justru agresif dalam merealisasikan investasi yang telah mereka komitmenkan.

Dari total investasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 196,2 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 178,2 triliun. Investasi juga menyebar secara geografis, dengan investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 190,9 triliun, sementara Pulau Jawa mencapai Rp 183,5 triliun. Total investasi PMA dan PMDN pada kuartal III-2023 menciptakan lapangan kerja untuk 516.467 tenaga kerja.

Beberapa provinsi mencatatkan capaian tertinggi dalam investasi. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan realisasi PMA tertinggi sebesar 6,3 miliar dollar AS, disusul oleh Sulawesi Tengah (5,4 miliar dollar AS), DKI Jakarta (3,8 miliar dollar AS), Maluku Utara (3,7 miliar dollar AS), dan Banten (3,4 miliar dollar AS). Sementara itu, dalam realisasi PMDN, DKI Jakarta mencapai realisasi tertinggi sebesar Rp 74,7 triliun, diikuti oleh Jawa Barat (Rp 59,8 triliun), Jawa Timur (Rp 54,2 triliun), Riau (Rp 37,5 triliun), dan Kalimantan Timur (Rp 36,2 triliun).

Investasi difokuskan pada lima sektor utama, termasuk industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp 56,9 triliun), pertambangan (Rp 41,9 triliun), transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp 40,9 triliun), industri kimia dan farmasi (Rp 28,7 triliun), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp 25,5 triliun).

Dari segi negara, Singapura masih menjadi negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia, yaitu sebesar 4,4 miliar dollar AS. Selanjutnya, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mencatatkan investasi sebesar 1,8 miliar dollar AS, disusul oleh Hong Kong (1,7 miliar dollar AS), Jepang (1,3 miliar dollar AS), dan Malaysia (900 juta dollar AS).

Bahlil juga mencatat bahwa data intelijen menunjukkan bahwa sebagian orang Indonesia yang berinvestasi melalui Singapura melakukan penanaman modal dalam negeri (PMDN), sehingga PMDN lebih tinggi daripada PMA. Hal ini mencerminkan potensi sumber daya domestik yang kuat dan menyatakan komitmen untuk menjaga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com