
Observatorium Pajak Uni Eropa (UE) telah menyarankan bahwa pemerintah di seluruh dunia harus menguatkan kebijakan mereka dalam hal penghindaran pajak oleh para miliarder. Mereka mengusulkan penerapan pajak minimum global yang dapat menghasilkan sekitar US$ 250 miliar atau setara dengan Rp 3,99 triliun (kurs Rp 15.970).
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Observatorium Pajak UE, disorot bahwa saat ini pajak yang dikenakan pada para miliarder seringkali jauh lebih rendah dibandingkan dengan pajak penghasilan yang dibayarkan oleh masyarakat umum. Hal ini disebabkan oleh kemampuan para miliarder untuk menyimpan kekayaan mereka melalui perusahaan-perusahaan cangkang yang melindungi mereka dari pajak penghasilan.
Direktur Observatorium Pajak UE, Gabriel Zucman, menyatakan bahwa menurut pandangan mereka, hal ini sulit untuk dibenarkan karena dapat mengancam keberlanjutan sistem perpajakan dan penerimaan publik dari pajak.
Pajak pribadi yang dikenakan pada para miliarder di Amerika Serikat diperkirakan hanya sekitar 0,5%, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Prancis yang menerapkan pajak yang lebih tinggi.
Sebagai tambahan, kelompok peneliti dari Paris School of Economics menegaskan bahwa jika pajak diterapkan, jumlahnya hanya setara dengan 2% dari total kekayaan hampir US$ 13 triliun yang dimiliki oleh 2.700 miliarder di seluruh dunia.
Dengan semakin meningkatnya kesenjangan dalam distribusi kekayaan di beberapa negara, muncul tuntutan agar para miliarder memberikan kontribusi pajak yang lebih besar. Tuntutan ini muncul karena keuangan publik mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan untuk populasi lanjut usia, transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, dan utang yang bertambah akibat pandemi COVID-19.
Meskipun implementasi kebijakan pajak yang menyasar para miliarder memerlukan waktu yang lama dalam kerangka kerja internasional yang terkoordinasi, Observatorium Pajak UE menunjukkan bahwa terdapat beberapa contoh keberhasilan pemerintah, terutama dalam mengakhiri kerahasiaan perbankan dan mengurangi peluang bagi perusahaan multinasional untuk mengalihkan keuntungan mereka ke negara-negara dengan pajak rendah. Salah satu contoh keberhasilan adalah peluncuran pembagian informasi rekening secara otomatis pada tahun 2018, yang berhasil mengurangi jumlah kekayaan yang disembunyikan di negara-negara surga pajak sebanyak tiga kali lipat.
Komentar Anda