
PT Pos Indonesia dipercaya pimpin serta mengonsolidasikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Logistik demi memperkuat ekosistem logistik nasional. Hal itu disampaikan oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Pos Indonesia Tonggo Marbun di ajang GRC Award di Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, BUMN Logistik saat ini terdiri dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero); PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero); PT Pelabuhan Indonesia I (Persero); PT Pelabuhan Indonesia II (Persero); PT Pelabuhan Indonesia III (Persero); PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero); Perum Damri; PT Varuna Tirta Prakasya (Persero); Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD); Pos Indonesia; PT Kereta Api Indonesia (Persero); dan PT Industri Kereta Api (Persero).
Pos Indonesia diberikan target untuk berkontribusi dalam menurunkan biaya logistik pada ekosistem logistik nasional, yakni 23 persen menjadi 15 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Pos Indonesia mencatat, pasar industri logistik nasional dinilai sudah pulih dari tekanan pandemi COVID-19. Potensi bisnis pengiriman logistik diperkirakan mencapai Rp 4.000 triliun hingga tahun 2024. Teknologi digital yang terus berkembang pesat, mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai penyesuaian guna mengikuti kemajuan.
Komentar Anda