
PT Bank Negara Indonesia Modal Ventura (BNI Ventures) catatkan kinerja keuangan yang positif hingga Juni 2023, yakni earning after tax (EAT) atau laba setelah pajak sebesar Rp 1,9 miliar. Kinerja ini dicapai dalam waktu sekitar enam bulan sejak mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam jangka waktu tersebut, BNI Ventures melakukan strategi dengan mengakselerasi penempatan dana usaha pada instrumen investasi.
Sebagai informasi, BNI Ventures merupakan anak usaha baru besutan BNI yang bergerak di bidang modal ventura. Akta pendirian telah ditandatangani oleh perwakilan pemegang saham PT BNI Modal Ventura pada 12 April 2022. Kemudian, pada 12 Mei 2022 perseroan menyetor dana sebesar Rp 500 miliar atau setara dengan 500.000 lembar saham BNI Modal Ventura. Kini, BNI memiliki 99,98 persen saham dalam BNI Modal Ventura, sedangkan 0,02 persen, sisanya dimiliki oleh PT BNI Asset Management.
Direktur Utama BNI Ventures Eddi Danusaputro mengungkapkan, sejak pendirian, perseroan berupaya untuk menerapkan strategi dan kebijakan yang tepat. BNI Ventures menjamin, penempatan dana usaha dilakukan pada instrumen investasi yang aman dan memberikan keuntungan yang sesuai dengan tingkat risikonya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BNI Ventures Lugas Prancafitri memastikan, perseroan siap berinvestasi mendukung sinergi dan inovasi di BNI Group.
Ke depan, BNI Ventures akan bergabung dengan empat modal ventura milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain, yaitu MDI Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi, BRI Ventures, dan Mandiri Capital sebagai pemodal awal dana investasi khusus startup milik pemerintah, yaitu Merah Putih Fund.
Komentar Anda