
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 mencapai 5,17 persen. Produk Domestik Bruto (PDB) pada periode tersebut, dengan harga berlaku, mencapai Rp 5.226,7 triliun, sementara dengan harga konstan, mencapai Rp 3.075,7 triliun.
Kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi triwulan kedua berasal dari sektor manufaktur atau industri pengolahan, dengan kontribusi sebesar 0,98 persen. Sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 0,68 persen, sementara sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi sebesar 0,63 persen.
Selain itu, sektor informasi dan komunikasi (infokom) juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 0,51 persen, dan kegiatan usaha lainnya menyumbang sebesar 2,37 persen.
Hampir semua sektor usaha mengalami pertumbuhan, kecuali sektor konstruksi dan jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,44 persen dan 1,52 persen.
Selain sektor usaha, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh berbagai faktor pengeluaran, termasuk konsumsi domestik, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), ekspor, konsumsi pemerintah, konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), dan impor.
Komentar Anda