
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberikan penghargaan atas kinerja pemerintah dalam sektor perpajakan. Meskipun terdapat berbagai isu negatif terkait perpajakan, pemerintah berhasil mempertahankan pencapaian penerimaan perpajakan yang positif.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan apresiasinya ini dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Wajiyo. Pertemuan ini membahas laporan realisasi semester I dan proyeksi semester II pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2023 di DPR, Jakarta, pada Senin (10 Juli 2023).
Menurut catatan yang diterima oleh Banggar, realisasi penerimaan pajak pada akhir Juni 2023 mencapai Rp 970,2 triliun, atau mencapai 56,5 persen dari target yang telah ditetapkan. Penerimaan pajak ini mengalami pertumbuhan sebesar 9,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun demikian, Pemerintah harus mengambil tindakan mitigasi terkait kinerja penerimaan cukai yang mengalami penurunan sebesar 18,8 persen. Realisasi penerimaan bea cukai pada periode yang sama mencapai Rp 135,4 triliun.
Selain itu, Banggar mencatat bahwa hingga akhir Juni 2023, terdapat surplus sebesar Rp. 152,3 triliun, dengan surplus primer mencapai Rp. 368,2 triliun. Pencapaian ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pembiayaan yang bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) maupun pinjaman, yang sering kali menjadi sasaran kritik politik terhadap pemerintah.
Dalam konteks kualitatif, pengeluaran negara memiliki peran penting dalam mendukung dan menjaga kesejahteraan rakyat. Menurut data dari World Bank Group pada tahun 2022, pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita mencapai 4.580 dolar AS, setara dengan sekitar Rp 68,7 juta.
Komentar Anda