
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa hingga semester I-2023, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengalokasikan dividen sebesar Rp 42,4 triliun ke kas negara. Realisasi ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana jumlahnya mencapai Rp 35,5 triliun.
"Dalam tahun ini, dividen dari BUMN telah mencapai Rp 42,4 triliun, meningkat dari jumlah tahun lalu yang sebesar Rp 35,5 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,4 persen. Kontribusi signifikan ini berasal dari sektor perbankan dan telah berdampak positif terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ungkap Sri Mulyani saat berbicara dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebagai informasi, dividen yang dibayarkan oleh BUMN merupakan bagian dari Pendapatan Negara yang bersumber dari kekayaan negara yang dipisahkan (KND), dan kontribusi ini memberikan sumbangan penting pada PNBP. Hingga semester I-2023, realisasi PNBP mencapai Rp 302,1 triliun, atau sekitar 68,5 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kinerja PNBP selama semester I-2023 dapat dibagi menjadi beberapa komponen. Pertama, pendapatan yang berasal dari sumber daya alam (SDA) minyak dan gas (migas) mencapai Rp 60,1 triliun, menunjukkan penurunan sebesar 19,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kedua, PNBP dari SDA lainnya mencapai Rp 78,3 triliun, menandakan pertumbuhan yang signifikan sebesar 94,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sri Mulyani menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh peningkatan tarif iuran produksi atau royalti serta ketahanan harga batu bara.
Ketiga, PNBP dari Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp 38,4 triliun, mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 19,8 persen, dan terakhir, PNBP lainnya mencapai Rp 83,0 triliun.
Di sisi lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menetapkan target bahwa BUMN akan menyumbangkan dividen sebesar Rp 80,2 triliun pada tahun 2023 dan 2024. Ia yakin bahwa seluruh BUMN akan terus berkinerja baik meskipun menghadapi tantangan ekonomi global yang berfluktuasi.
Komentar Anda