Contact Whatsapp085210254902

Menkeu Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia Tetap Terkuat di Dunia dengan Pertumbuhan Konsisten di Atas 5 Persen

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 27 Juni 2023 | Dilihat 990kali
Menkeu Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia Tetap Terkuat di Dunia dengan Pertumbuhan Konsisten di Atas 5 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa perekonomian Indonesia adalah salah satu yang terkuat dan paling persisten di dunia. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ini dibuktikan oleh pertumbuhan ekonomi yang telah berlangsung selama 6 kuartal berturut-turut dengan angka di atas 5 persen.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tren pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia sangat bervariasi, tetapi banyak negara yang mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2023 karena gejolak yang terjadi di tingkat global. Salah satu penyebabnya adalah tekanan yang masih berlanjut pada perekonomian global akibat eskalasi konflik geopolitik, termasuk yang terjadi di Ukraina dan antara negara-negara besar.

Selain itu, masalah kesulitan utang atau "debt distress" juga mempengaruhi banyak negara, terutama di negara berkembang dan negara-negara muncul, serta di negara maju, dan ini menghambat pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani menekankan bahwa perekonomian Indonesia terus tumbuh kuat meskipun terjadi perlambatan ekonomi global. Ekonomi domestik terus menunjukkan kinerja baik dengan penurunan inflasi yang signifikan dan daya beli masyarakat yang kuat. Pada Mei 2023, inflasi di Indonesia hanya mencapai 4,0 persen (tahunan), angka ini lebih baik daripada negara-negara maju seperti Italia, Australia, Jerman, dan Singapura.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah akan tetap konsisten menjaga inflasi pada kisaran 3 persen ± 1 persen untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, walaupun ada potensi risiko inflasi di masa depan. Pemerintah akan bekerja sama dan berkoordinasi untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani juga menyoroti ekspor dan impor yang meningkat serta neraca perdagangan yang menunjukkan surplus. Pada Mei 2023, ekspor tumbuh sebesar 0,96 persen (tahunan) menjadi 21,72 miliar dolar AS, sementara impor naik sebesar 14,35 persen (tahunan) menjadi 21,28 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Mei 2023 mencatat surplus sebesar 0,44 miliar dolar AS, dan secara akumulatif, surplus neraca perdagangan hingga Mei mencapai 16,5 miliar dolar AS.

Sri Mulyani menyimpulkan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih positif dengan konsolidasi yang kuat, kredibel, dan solid. Namun, Indonesia tetap harus berhati-hati menghadapi risiko global yang tinggi, terutama akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, volatilitas di sektor keuangan, dan berkurangnya produksi manufaktur global. APBN akan tetap menjadi alat utama dalam mendukung pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com