Contact Whatsapp085210254902

Bea Cukai Bantu 745 UMKM untuk Ekspor

Ditulis oleh Administrator pada Kamis, 22 Juni 2023 | Dilihat 760kali
Bea Cukai Bantu 745 UMKM untuk Ekspor

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), atau Bea Cukai, aktif mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan ekspor dengan melaksanakan empat program kunci. Program-program ini meliputi Klinik Ekspor, Interfirm Linkage, Solusi Logistik, dan Pemanfaatan Balai Laboratorium Bea Cukai. Dalam rangka ini, DJBC telah memberikan bantuan kepada sebanyak 3.803 UMKM, termasuk membantu 745 UMKM lainnya untuk melakukan kegiatan ekspor.

Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Padmoyo Tri Wikanto, menjelaskan bahwa dari jumlah UMKM yang mendapat bimbingan, sebanyak 3.058 UMKM di antaranya adalah yang masih dalam tahap pengenalan terhadap ekspor, sementara 745 UMKM lainnya telah melaksanakan kegiatan ekspor. Dari UMKM yang telah mengikuti program ini, 609 di antaranya melakukan ekspor secara independen, 81 melakukan ekspor tidak langsung, dan 55 melalui pihak ketiga. UMKM yang mendapat bantuan dan bimbingan terutama bergerak di bidang kerajinan dan furnitur, pertanian dan perkebunan, garmen, serta kelautan dan perikanan.

DJBC telah mengimplementasikan empat program penting untuk mendukung UMKM:

  1. Klinik Ekspor: Program ini mencakup edukasi, literasi, asistensi, dan koordinasi yang diberikan oleh Bea Cukai kepada UMKM, baik yang sudah terlibat dalam ekspor maupun yang baru memulai kegiatan ekspor. Program ini juga menciptakan kesempatan pertemuan bisnis (business matching) antara UMKM dan pembeli potensial untuk memfasilitasi peluang pasar.
  2. Interfirm Linkage: Program ini mendorong kemitraan berbasis usaha antara UMKM dan perusahaan yang berorientasi ekspor, seperti perusahaan yang berlokasi di kawasan berikat dengan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Program ini bertujuan menciptakan hubungan saling menguntungkan yang berkelanjutan.
  3. Solusi Logistik: DJBC mencatatkan National Logistic Ecosystem (NLE) sebagai salah satu program untuk membantu UMKM dalam mengurangi biaya logistik. Program ini berfokus pada pemahaman rantai pasok dan value chains untuk mengurangi biaya logistik yang sering kali mahal.
  4. Pemanfaatan Balai Laboratorium Bea Cukai: Program ini melibatkan pemeriksaan barang, seperti pengecekan kualitas bahan, kandungan logam, komposisi bahan, dan lainnya, menggunakan fasilitas laboratorium Bea Cukai. Laboratorium ini digunakan untuk menguji produk seperti makanan, minuman, dan produk-produk logam. Pemeriksaan ini dilakukan di beberapa daerah, termasuk Medan, Jakarta, dan Surabaya, dan juga melibatkan satuan pelayanan di seluruh Indonesia untuk membantu UMKM dalam pengujian produk mereka.

Upaya DJBC ini bertujuan untuk memfasilitasi UMKM dalam ekspor serta membantu mereka memenuhi persyaratan dan standar yang diperlukan untuk mengakses pasar internasional.

Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer

Member Menu

Tentang Kami

Director of  Rahayu & Partner  (A brand of CV. Rahayu Damanik Consulting, Indonesia) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Welcome to  Rahayu & Partner , the ... Lihat selengkapnya
  • Alamat Kami:
    Cibinong
  • 085210254902 (Telkomsel ) 087874236215 (XL)
  • konsultanpajakrahayu1@gmail.com
Developed by Naevaweb.com