
China telah mengeluarkan peringatan tentang potensi bencana besar yang bisa berdampak global, bukan terkait dengan ekonomi atau iklim, tetapi lebih terkait dengan konflik militer antara China dan Amerika Serikat (AS). Dalam pidato di Konferensi Keamanan di Singapura, Menteri Pertahanan China, Li Shangfu, menggarisbawahi bahwa dampak buruk dari konflik ini tidak hanya akan dirasakan oleh kedua negara tersebut, tetapi juga oleh seluruh dunia.
Li Shangfu mengatakan bahwa meskipun China dan AS memiliki perbedaan dalam banyak aspek, hal ini tidak seharusnya menghalangi mereka untuk mencari titik temu dan kepentingan bersama, serta memperdalam kerja sama. Ia menegaskan bahwa konflik atau konfrontasi yang parah antara kedua negara akan menjadi bencana yang tidak dapat diatasi oleh dunia.
Li Shangfu juga mencatat bahwa mentalitas Perang Dingin telah bangkit kembali, meningkatkan risiko keamanan secara signifikan. Meskipun ia tidak menyebutkan langsung AS atau sekutu-sekutu Barat, ia mengkritik beberapa negara yang intensif dalam perlombaan senjata dan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.
Ia juga merujuk pada upaya untuk membentuk blok militer serupa NATO di wilayah Indo-Pasifik, seperti pakta AUKUS antara AS, Inggris, dan Australia pada tahun 2021. Li Shangfu menekankan bahwa Taiwan adalah bagian dari China, dan masa depan Taiwan adalah masalah yang harus diatasi oleh China.
Saat ini, situasi antara China dan AS memang sangat serius, termasuk dalam hal Taiwan. Meskipun AS tidak secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara, Presiden AS, Joe Biden, telah menyatakan bahwa AS akan mempertahankan Taiwan secara militer jika China menggunakan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut yang memiliki pemerintahan sendiri.
Li Shangfu sendiri baru-baru ini diangkat sebagai Menteri Pertahanan China. Pada tahun 2018, ia masuk daftar hitam AS karena membeli senjata dari Rusia ketika menjabat sebagai kepala Departemen Pengembangan Peralatan China.
Komentar Anda